Sabtu, 15 Oktober 2011

CERITA SITI MASITOH


IBUNDA SITI MASYITHOH
ADEGAN I
Pagi di istana firaun yang megah, nampak dua orang perempuan yang sedang beraktifitas. Seorang perempuan dewasa dengan raut muka yang damai menentreramkan dan seorang remaja putri cantik jelita, namun Jika di cermati nampak kalau keduanya berbeda kedudukan walau terlihat sangat akrab.
Remaja putri itu duduk mengahap cermin sementara perempuan dewasa asyik menyisir rambut sang putri dengan menggumankan lirik lagu………
(sambil melakukan aktifitas mereka bercakap)
Putri    : bibi…… apakah aku sudah cantik..?
Bibi Masyithoh            : Tuanku putri senantiasa cantik.
Putri    : bibi tidak bohong kan…….?
Bibi Masyithoh            : seumur-umur pernahkah bibi bohong pada tuan putri……?
(sambil menggelengkan kepala)
Putri    : tidak bi…..
Mereka asyik bercakap, banyak pertanyaan-pertanyaan meluncur dari mulut mungil sang putri yang memang dikaruniai otak yang cerdas.
Hingga tidak terasa sisir ditangan bibi masyithoh terjatuh.
Bibi Masyithoh            : Subhanallah…………. Ampun tuan putri maafkan hamba….
PutrI    : tadi apa yang bibi ucapkan……
Bibi Masyitoh  : Ampun tuan putri………..
Putri    : Bukan…..Bukan yang itu bi……
Seketika pias wajah ibunda Masyithoh, menyadari keteledorannya.  Terpaku beberapa saat, hingga kemudian beliau tumbuh keberaniannya untuk mengatakannya. Dengan terbata-bata
Bibi Masyithoh            : S…U…B…H…A…N…A…L…L…A…H
Putri    : siapa itu Allah bi…. Kenapa bibi tidak menyebut nama ayahanda…..?
Bibi Masyithoh            : Allah itu…….. Allah itu…. Tuhan hamba tuan putri….
Putri    : bi…….. bukankah tuhan seluruh alam ini adalah ayahanda raja fir’aun ?
Tercekat ibunda siti Masyithoh….. terbayang rasa ketakutan yang amat sangat dari raut wajahnya…
Bibi Masyithoh            : be…benar tuan putri, namun bagi hamba dan keluarga hamba tuhan itu Allah yang Wahid… sudahlah tuan putri lupakanlah, itu tidak penting.
Dan mereka berduapun melanjutkan kegiatan dan seolah-olah tidak pernah terjadi pecakapan yang penting sebelumnya….


ADEGAN II

Di balairung istana fira’aun, nampak berkumpul sang raja dengan punggawa-punggawa kerajaan Mesir lengkap dengan pendetanya. Mereka asyik bercakap-cakap.
Raja Fir’aun        : pendeta…… bagaimana dengan pembangunan piramida di lembah makam raja….
Pendeta               : Ampun…….. duli tuhan hamba, semua berjalan lancar berkat restu tuhan hamba….
Raja Fir’aun        : bagaimana dengan keperluan untuk pembangunan itu…
Pendeta               : tidak usah khawatir tuhan hamba, negeri-negeri jajahan sudah mengirimkan bahan-bahan yang kita perlukan.
Raja Fir’aun        : bagaimana dengan pekerjanya….
Pendeta               : budak-budak bani isra’il sejauh ini masih bisa dikendalikan tuhan hamba…
Kemudian masuklah tuan putri dengan senyum tersungging di bibir, mendekat sang raja duduk disamping sang raja dengan sikap manja seorang putri…
Putri      : tuhan hamba…… (dengan logat manjanya)
Raja Fir’aun        : putriku nan jelita purnama kerajaanku yang tiada tara……….. apa yang kamu inginkan hari ini… hingga mau ikut duduk dipaseban ini.
Putri      : Tuhan hamba….. ada berapakah tuhan dimuka bumi ini…….
Terkesiap raja fir’aun demi mendengar perkataan anaknya.
Raja Fir’aun        : putriku…….. hanya ada satu yang patut disembah dimuka bumi ini… hanya aku…!!!
Putri      : tapi tuhan………
Raja fir’aun         : celakalah orang tidak menuhankan ku… dengan kekuasaanku…aku bisa membuat orang tetap hidup atau memberinya kematian bahkan kesengsaraan sepanjang hidup.
Putri      : tuhan hamba………. Kemarin bibi masyitoh menyerukan asma tuhan selain asma tuhanku…
Sontak raja fir’aun berdiri dengan rasa amarah yang teramat.
Raja Fir’aun        : apa.!!! Tuhan mana yang disembah oleh masyithoh…!
Putri      : bibi masyithoh menyebut asma Allah bukan asma tuhanku, siapa itu Allah…?
Raja Fir’aun        : putriku hanya ada satu tuhan dan itu aku…..!
Semua yang hadir terdiam membisu, hening………
Raja Fir’aun        : punggawa…..!!! tangkap dan masukkan masyithoh budak bani isra’il itu kedalam penjara…
Semua punggawa berdiri dan serempak menjawab….
Punggawa           : dulli tuhan hamba……….
Raja Fir’aun        : pendeta persiapkan pengadilan untuk masyithoh secepatnya……..!
Pendeta               : dulli tuhan hamba…….
Tuan Putri tercekat tidak terbayangkan sebelumnya apa yang telah disampaikan akan membuat celaka dayang yang paling disayanginya……… namun apa mau dikata nasi telah menjadi bubur….




ADEGAN III
Pengawal kerajaan mesir tergopoh-gopoh menyeret ibunda siti masyithoh dengan paksa…
Pengawal            : celaka engkau dan keluargamu masyithoh…3x
Masyithoh          : ampuun tuan…3x (dengan wajah yang teramat takut)
Disebuah rumah yang amat sederhana, jauh dipinggiran kota nampak seorang ayah sedang bercanda dengan ke empat anak-anaknya… mereka nampak bahagia dengan kesederhanaanya…. Dua orang anak perempuan seorang anak laki-laki dan satu lagi anak yang masih balita sedang digendong oleh ayahnya…
Hingga………. GUBRAAAAAAKKK…!!! Terdengar suara pintu dibuka dengan paksa…
Mereka berlima nampak terkejut, spontan mereka berkumpul. Anak-anak memegang lengan ayahnya dengan perasaan takut…
Masuklah para pengawal kerajaan mesir dengan kasar mereka membawa keluarga masyithoh…
Pengawal            : kalian semua……… ikut kami….!
Anak-anak Masyithoh    : abiii… abiii… abiii…
Tanpa memberi kesempatan pada mereka untuk bertanya, dengan paksa mereka mereka semua dibawa oleh para pengawal kerajaan…

ADEGAN IV
Dalam balairung ruang pengadilan kerajaan mesir, nampak raja fir’aun lengkap dengan para punggawa, pendeta, dan pengawal kerajaan…didepan mereka duduk bersimpuh tertunduk dengan tangan terikat kebelakang ibunda siti masyithoh didampingi dua orang pengawal kerajaan disebelah kanan kirinya… nampak disebelah kanan keluarga masyithoh dengan muka tertunduk lesu lelah dan takut dikawal oleh beberapa pengawal kerajaan.
Raja Fir’aun        : (dengan suara lantang ) Masyithoh…!!! Katakan Fir’aun tuhan ku… 3x
Masyithoh tetap tak bergeming hingga raja fir’aun mengulangnya ketiga kalinya…
Masyithoh          : Allahu Ahad
Semakin marah raja fir’aun demi mendengar jawaban masyithoh…..
Para punggawa, pendeta dan pengawal berguman mencemooh…
Raja Fir’aun        : masyithoh….!!! Lancang kamu berani menyembah tuhan selain aku…. Bukankah aku sudah memberimu kehidupan….
Raja Firaun          : katakan masyithoh…!!! Fir’aun tuhanku yang maha perkasa
Masyithoh          : Allahu ahad…
Demi milihat keteguhan hati masyithoh, raja fir’aun mencoba menggunakan cara lain untuk membujuk masyithoh…
Raja Fir’aun        : masyithoh kalau kamu mau mengatakan fir’aun tuhanku,,, aku berikan harta yang tidak terhingga utuk kemuliaan keluargamu…
Masyithoh          : Allahu ahad…
Raja Fir’aun        : masyithoh……..!!! kalu aku berikan separo kerajaanku maukah engkau mengatakan fir’aun tuhanku
Masyithoh          : Allahu ahad…
Semakin ramai gemuruh orang-orang yang hadir diruang pengadilan
Raja Fir’aun        : masyithoh………!!! Kalau engkau aku jadikan istriku dan kuangkat menjadi permaisuriku maukah engkau mengatakan fir’aun tuhanku….
Masyithoh          : Allahu ahad…
Semua yang hadir diruang sidang ramai mengutuk masyithoh…. Dengan melempar apa-apa yang mereka pegang ke arah masyithoh…
Semakin marah raja fir’aun demi mengetahui keteguhan hati masyithoh…
Raja fir’aun         : masyithoh… !!! engkau pilih mana keluargamu aku masukkan kedalam minyak yang mendidih atau engkau mau mengatakan fir’aun tuhanku…
Masyithoh          : Allahu ahad…
Yang hadir diruang sidang tercekat…..
Raja fir’aun         : pengawal seret suaminya masukkan kedalam belanga minyak…
Pengawal menarik lengan suami masyithoh, sementara balita digendonganya diserahkan kepada anak pertamanya. Terangkat muka masyithoh memandang suaminya, pun dengan suaminya mereka beradu pandang dan saling tersenyum
Masyithoh          : syahid abi… kemuliaan surga menunggumu
Suami masyithoh             : insyaAllah umi,,,relakan…
Dengan kasar pengawal menariknya…
Ketiga anak masyithoh  : abiii……………
Suami masyithoh             : selamat tinggal anak-anakku semoga kelak bertemu disurga.
Semakin geram raja fir’aun…..
Raja Fir’aun        : katakan …… fir’aun tuhanku….
Masyithoh          : Allahu ahad…
Raja Fir’aun        : seret anak pertama masyithoh
Pengawal memegang lengan anak perempuan masyitoh, balita digendonganya diserahkan kepada anak kedua masyitoh… pengawal menariknya dengan paksa
Anak pertama   : umiii……. Umiii… umiii
Masyithoh          : sebut asma Allah anakku… ( dengan muka sendu )
Anak pertama   : Allahu akbar…… Allahu Akbar….. Allahu Akbar…..
Raja Fir’aun        : bagaimana masyithoh….. sebut fir’aun tuhanku
Masyithoh          : Allahu ahad…
Raja Fir’aun        : seret anak kedua masyithoh
Pengawal memegang lengan anak laki-laki masyitoh, balita digendonganya diserahkan kepada anak ketiga masyitoh… pengawal menariknya dengan paksa
Anak kedua        : umiii……. Umiii… umiii
Masyithoh          : sebut asma Allah anakku… ( dengan muka sendu )
Anak kedua        : Allahu akbar…… Allahu Akbar….. Allahu Akbar…..
Raja Fir’aun        : bagaimana masyithoh….. sebut fir’aun tuhanku
Masyithoh          : Allahu ahad…
Raja Fir’aun        : seret anak ketiga masyithoh
Pengawal memegang lengan anak perempuan masyitoh, balita digendonganya diserahkan kepada ibunda masyitoh setelah terlebih dahulu pengawal melepaskan ikatannya… pengawal menariknya dengan paksa
Anak ketiga        : umiii……. Umiii… umiii
Masyithoh          : sebut asma Allah anakku… ( dengan muka sendu )
Anak ketiga        : Allahu akbar…… Allahu Akbar….. Allahu Akbar…..
Raja Fir’aun        : bagaimana masyithoh….. sebut fir’aun tuhanku
Masyithoh          : Allahu ahad…
Keteguhan iman ibunda siti masyithoh semakin membuat raja fir’aun marah…
Raja Fir’aun        : sekarang hanya tinggal engkau dan anak bungsumu masyithoh
Ibunda masyithoh menundukkan kepala mencium anak bungsu digendongannya…
Raja Fir’aun        : sebut…. Fir’aun tuhanku atau aku rebus anak bungsumu…
Ibunda siti masyithoh tercekat ada keraguan diwajahnya ketika melihat roman anak bungsu digendongannya… terdiam sambil terus menciumi wajah anak bungsungnya…. Hingga Allah Subhanahu Wata’alla menurunkan mukjizatnya. Balita yang belum waktunya mampu berbicara itu berbicara kepada ibunya…
Anak bungsu      : umiii…. Teguhkan hatimu… kuatkan imanmu… surga Allah lebih indah dari surganya fir’aun yang kufur… relakan umi  jangan sampai iman umi goyah…
Terkejut semua yang hadir ruang disidang….
Masyithoh          : (dengan menjerit)….. Allahu ahaaad…… allahu ahaaad…. Allahu ahaaad…… subhanallaaaaaah……. Engkau maha agung yaa Allah,,, ampuni hambamu yang sempat ragu….
Raja Fir’aun        : seret anak bungsu masyithoh
Masyithoh          : (dengan menjerit)….. Allahu ahaaad…… allahu ahaaad…. Allahu ahaaad……
Dengan mempertahankan anak bungsunya dari renggutan tangan para pengawal…… hingga masyithoh jatuh terduduk menyimpuh tertunduk dan menangis…
Satu dua yang hadir diruang sidang mulai merasa trenyuh dan menitikkan air mata…
Raja Fir’aun        : sekarang hanya tinggal engkau seorang masyithoh… katakan Fir’aun tuhanku
Masyithoh          : Allahu ahad… raja… engkau telah renggut permata-permata hatiku, apa lagi yag aku tunggu selain lekas bertemu dengan mereka di surga allah yang maha sempurna….
Raja Fir’aun        : pengawal… seret budak murtad ini…. Masukkan kedalam belanga minyak mendidih…
Pengawal menyeret lengan masyithoh, masyithoh tidak melawan. Mengikutinya dengan hati ikhlas menunggu bayaran surga Allah yang Esa…
Setelah masyithoh dihukum, hadirin yang ada diruang sidang terunduk mendapatkan pelajaran berharga pada hari ini… tentang harga yang harus dibayar karena keteguhan iman…
Adegan IV ini ditutup dengan koor nyanyian
Ibu masyithoh… ibu masyithoh pahlawan suci 2x
Membela agama hingga sampai mati
Ibu masyithoh… ibu masyithoh pahlawan suci 2x
Membela agama hingga sampai mati
Ibu masyithoh… ibu masyithoh pahlawan suci 2x
Membela agama hingga sampai mati
Layar ditutup

selesai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar